Manusia Lebih Cocok Menjadi Pemakan Tumbuhan

Manusia Lebih Cocok Menjadi Pemakan Tumbuhan

Bila dilihat dari struktur anatomi tubuhnya, tubuh manusia lebih cocok untuk mengonsumsi tumbuh-tumbuhan daripada daging. Hal itulah yang menyebabkan mengapa para vegetarian lebih sehat daripada pemakan daging. Berikut akan dibahas perbedaan struktur anatomi hewan karnivora dengan manusia dan herbivora.

Gigi dan Mulut
Struktur gigi manusia hanya memiliki dua pasang taring. Hal ini sangat berbeda dengan hewan karnivora yang semua susunan giginya terdiri atas taring. Selain itu bentuk taring hewan karnivora sangat tajam dan besar yang berfungsi untuk mengoyak daging. Rahang manusia dan hewan herbivora dapat bergerak menyamping selain gerakan ke atas bawah. Pergerakan ini berfungsi untuk menggiling sayur dan buah-buahan. Sebaliknya rahang hewan karnivora hanya dapat bergerak ke atas bawah. Karnivora tidak membutuhkan gerakan menggiling ini karena mereka langsung menelan makanannya. Air liur manusia dan hewan herbivora lainnya mengandung enzim-enzim pencernaan yang membantu proses pencernaan makanan, hewan karnivora tidak membutuhkan enzim-enzim ini karena mereka langsung menelan makanannya yang selanjutnya dicerna lambung.

Keasaman Lambung
Hewan karnivora memiliki tingkat keasaman lambung yang sangat tinggi. Asam ini memainkan peranan penting sebagai pembunuh bakteri-bakteri berbahaya yang terdapat pada daging. Sebaliknya manusia dan hewan herbivora memiliki asam lambung yang lebih rendah dibandingkan hewan karnivora. Asam yang tinggi tidak diperlukan untuk mencerna sayur dan buah-buahan.

Kita memang dapat memasak daging untuk membunuh bakteri dan membuat daging menjadi lebih mudah dicerna. Tetapi bukankah sudah jelas bahwa struktur tubuh kita kurang cocok untuk makan daging. Lagipula dalam kenyataannya tidak semua bakteri dalam daging berhasil dibunuh pada saat proses pemasakan. Akibatnya pemakan daging sangat beresiko menderita penyakit-penyakit yang disebabkan oleh bakteri-bakteri maupun virus dari daging hewan. Misalnya sapi gila, penyakit kuku dan mulut, flu burung, dan lain-lain.

Panjang Usus
Hewan karnivora memiliki panjang usus kecil yang relatif pendek, rata-rata hanya tiga sampai enam kali panjang tubuhnya. Hal ini mengakibatkan daging yang mereka makan dapat segera dikeluarkan dari usus dalam waktu yang relatif cepat sehingga daging tidak sempat membusuk di dalam usus.

Manusia dan hewan herbivora memiliki panjang usus kecil rata-rata sepuluh sampai dua belas kali lebih dari panjang tubuhnya. Usus panjang ini sangat cocok untuk penyerapan serta pencernaan sayur dan buah-buahan. Sebaliknya usus yang panjang ini menjadikan makan daging menjadi sesuatu yang berbahaya bagi manusia karena daging sempat mengalami pembusukan di usus. Banyak penelitian yang menyimpulkan bahwa hal ini adalah penyebab kanker usus.

[Sumber: infovegetarian.net]