Implikasi Kesehatan dari Vegetarian

Implikasi Kesehatan dari Vegetarian

Menu makan vegetarian yang rendah lemak / lemak jenuh, telah berhasil digunakan sebagai bagian dari program kesehatan komprehensif untuk memulihkan dari penyakit arteri koroner parah. Menu makanan vegetarian menawarkan manfaat perlindungan dari penyakit, karena lebih rendahnya lemak jenuh, kolesterol, serta kandungan protein binatang; dan seringkali menawarkan konsentrasi folat yang tinggi, antioksidan-antioksidan seperti vitamin C dan E, karotenoid, dan phytochemical.

Vegetarian cenderung memiliki kejadian hipertensi yang lebih rendah, jika dibandingkan non-vegetarian. Efek ini sepertinya tidak ada kaitannya dengan berat tubuh maupun asupan sodium. Diabetes mellitus tipe 2, lebih jarang menjadi penyebab kematian dalam vegetarian, kemungkinan dikarenakan lebih tingginya asupan karbohidrat kompleks serta lebih rendahnya indeks massa tubuh.

Kejadian kanker paru-paru dan colorectal (usus) lebih rendah pada vegetarian. Penurunan resiko kanker usus ada kaitannya dengan kenaikan konsumsi serat, sayuran, dan buah-buahan. Kondisi dalam usus besar sangat berbeda pada yang bervegetarian, dibandingkan dengan yang non-vegetarian dimana lebih rentan terhadap resiko kanker usus besar.

Tingkat kanker payudara yang lebih rendah belum teramati dalam komunitas vegetarian di Barat, tetapi data lintas budaya menunjukkan bahwa tingkat kanker payudara lebih rendah pada populasi yang mengonsumsi makanan berbasis tanaman. Level estrogen yang lebih rendah pada para wanita vegetarian, bisa menjadi faktor protektif.

Menu makan vegetarian yang direncanakan dengan baik bisa bermanfaat dalam merawat ginjal. Studi-studi menyimpulkan, beberapa protein tanaman tertentu dapat meningkatkan kemampuan bertahan hidup organ tubuh manusia.

[Sumber: disadur dari buku Vegetarian dalam Perspektif Kedokteran]