Vegetarian Untuk Mengatasi Kelaparan Dunia

Vegetarian Untuk Mengatasi Kelaparan Dunia

Paradoks masa kini dalam sejarah dunia adalah bahwa kita memiliki gedung lebih tinggi namun kesabaran yang lebih pendek, jalan raya yang lebih luas namun pandangan yang lebih sempit. Kita punya rumah lebih besar namun keluarga lebih kecil, fasilitas lebih banyak namun waktu untuk menikmatinya lebih sedikit. Kita punya banyak gelar, namun lebih sedikit pengertian, lebih banyak pengetahuan namun lebih sedikit kearifan, lebih banyak ahli namun lebih banyak masalah, lebih banyak obat namun lebih rawan sakit. Kita menanam lebih banyak bahan pangan, namun masih begitu banyak manusia kelaparan dan hidup dalam kemiskinan. Demikian kata-kata dari George Carlin.

Produksi daging tidak hanya boros dalam hal penggunaan energi, air dan lahan, namun juga merupakan cara produksi pangan yang sangat tidak efisien. Untuk memproduksi 1 kg daging hewan, pertama kita perlu memberi makan mereka sebanyak 6 kg pakan dari tanaman seperti jagung, kedelai, dan gandum yang mengandung protein, serat, dan karbohidrat kompek yang cukup tinggi. Bahan pangan ini kemudian digunakan sebagai pakan hewan untuk menghasilkan produk tanpa serat maupun karbohidrat komplek, namun penuh kolesterol dan lemak jenuh. Hal ini seperti mengambil air murni, melewatkannya pada sistem pembuangan limbah lalu meminumnya!!

Mari kita renungkan betapa rendahnya kesadaran manusia demi nafsu kenikmatan lidah yang sesaat ! Bahan pangan itu andaikan tidak diberikan pada hewan, dapat memberi makan 852 juta orang yang tidur dalam keadaan lapar setiap malam. Sebenarnya tersedia cukup pangan didunia ini untuk setiap orang, namun tragisnya banyak bahan pangan dan sumber daya lahan di dunia dibelenggu untuk produksi daging sapi dan ternak lainnya (menjadi makanan orang berada)- sementara jutaan anak-anak dan orang dewasa menderita kurang gizi dan kelaparan.

Salah satu perkiraan menyatakan bahwa 1,4 milyar manusia dapat diberi makan dengan biji-bijian dan kedelai yang ditujukan untuk pakan ternak. Komisi PBB mengenai tantangan-tantangan di bidang gizi untuk abad 21 mengatakan bahwa jika kita tidak melakukan perubahan besar, 1 miliyar anak akan cacat permanen dalam 20 tahun ke depan sebagai akibat kekurangan nutrisi. Langkah pertama untuk mencegahnya adalah dengan menggalakkan konsumsi nabati tradisional atau pola makan Vegetarian.

Singkatnya, konsumsi tinggi terhadap daging terutama oleh negara-negara barat telah mendorong pemborosan besar tanaman dan biji-bijian untuk pakan ternak. Hal ini mengurangi ketersediaan nutrisi bagi orang-orang miskin diseluruh dunia. Penurunan konsumsi daging secara drastis, yakni berganti menjadi pola makan vegetarian merupakan salah satu jalan utama untuk mengatasi kelaparan dunia dan menjamin perkembangan anak-anak yang sehat diseluruh dunia.

[Sumber: disadur dari buku Diet for Health & higher Conciousness]