Sejarah Vegetarianisme

Sejarah Vegetarianisme

Telah diteliti secara seksama oleh para ilmuwan dan menyimpulkan bahwa nenek moyang manusia pada jaman purba itu merupakan kelompok pemakan tumbuh-tumbuhan. Mereka hanya memakan daging pada zaman es akhir, ketika makanan yang bisa mereka makan seperti buah-buahan, kacang-kacangan dan tumbuh-tumbuhan sukar didapatkan, manusia purba itu terpaksa memakan daging binatang unutk mempertahankan kehidupan.

Sayang sekali kebiasaan memakan daging itu melanjut setelah zaman es berlalu, mungkin karena memang dibutuhkan (seperti pada suku bangsa Eskimo dan suku-suku bangsa yang hidup jauh di Utara, yang memang sulit untuk mendapatkan makanan vegetarian), atau karena kebiasaan, conditioning atau karena kekurangan pengetahuan tentang makanan. Akan tetapi, disepanjang sejarah, telah banyak sekali terdapat individu dan komunitas yang menyadari kepentingan diet murni untuk kesehatan, kejernihan mental, peningkatan kesadaran spiritual dan karena itu mereka tetap bervegetarian.

Bangsa Yunani Kuno, bangsa Mesir dan Yahudi menyatakan manusia adalah makhluk pemakan buah-buahan. Para pendeta bangsa Mesir Kuno tidak pernah memakan daging. Banyak para suci dan filosof terkenal dunia seperti Plato, Sokrates, dan Phytagoras merupakan praktisi vegetarian dan penganjur kuat makanan vegetaris. Di India, Buddha mendorong agar para muridnya tidak memakan daging. Para Pendeta ajaran Tao, Kristen dan Yahudi di zaman dulu juga vegetaris. Para Nabi Agung dan Orang Suci seperti Nabi Yesus, Nabi Konfusius, dan Mahatma Gandhi dalam ajaran mereka dengan jelas mengajarkan manusia untuk menghindari praktik makan daging.

Demikian kita mengetahui melalui sejarah, banyak orang bijaksana dan berpengetahuan melakukan praktik vegetarian dan menganjurkan agar orang lain melakukan hal yang sama. Larangan untuk memakan daging juga sudah terdapat pada ayat-ayat kitab suci semua Agama besar didunia. Semua kitab seperti Alkitab, Injil, Al-quran, Weda, dan Sutra Buddhis dalam beberapa ayatnya dengan jelas melarang manusia untuk memakan daging. Semua fakta sejarah ini sebenarnya telah mengarahkan manusia modern untuk kembali pada Kealamian sifat manusia yang Pengasih lewat praktik vegetarian, yang dibutuhkan masing-masing sekarang adalah Kesadaran yang kuat untuk melakukannya.

[Sumber: Disadur dari berbagai buku mengenai Vegetarian]