Mitos bahwa Makanan Vegetarian kurang Bergizi

Mitos bahwa Makanan Vegetarian kurang Bergizi

Salah satu hal yang menyulitkan orang untuk memulai menjadi seorang vegetaris adalah mitos yang mengatakan bahwa makanan vegetarian itu kurang bergizi dan tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan nutrisi tubuh terutama kebutuhan akan protein. Ini sungguh merupakan sebuah mitos yang tidak benar karena sesungguhnya makanan vegetarian dapat mencukupi semua kebutuhan yang diperlukan oleh tubuh, bahkan banyak penelitian menunjukkan makanan vegetaris memberikan lebih banyak energi makanan dibandingkan makanan berdaging.

Kesalahan anggapan yang lain adalah bahwa protein nabati lebih rendah mutunya daripada protein hewani. Penelitian lebih lanjut telah menyangkal hal ini dan menyatakan bahwa protein nabati sama efektif dengan protein hewani. Bahkan sebenarnya, beberapa makanan vegetaris seperti kacang kedelai mengandung 40% protein, sedangkan daging yang paling murni hanya mengandung 20% protein yang bisa dimanfaatkan. Banyak kacang-kacangan, biji-bijian mengandung 30% protein.

Pada tahun 1954, para ilmuwan di Universitas Harvard melakukan penelitian secara mendetail dan mereka menemukan bahwa apabila berjenis-jenis sayuran, padi-padian, dan susu serta olahan susu dimakan dengan kombinasi bagaimanapun juga bentuknya, selalu akan didapatkan jumlah protein lebih dari cukup, mereka tidak berhasil menemukan kekurangan protein bagaimanapun juga kombinasi yang digunakan, para ilmuwan itu menyimpulkan, sungguh sukar untuk memakan makanan campuran vegetaris dan mendapatkan kombinasi yang tidak bisa memenuhi kebutuhan protein bagi tubuh manusia.

Di surat-surat kabar kita sering membaca tentang rakyat yang kekurangan gizi di negara-negara miskin, rakyat kelaparan dan mati karena “kekurangan protein” dan sering kita salah beranggapan bahwa semua itu terjadi karena makanan vegetaris. Tetapi para Ilmuwan telah menemukan bahwa rakyat ini kekurangan gizi bukan karena disebabkan tidak makan daging, tetapi karena tidak mendapat cukup makanan. Mereka hanya memakan nasi dalam jumlah sedikit atau hanya memakan ubi jalar, sudah tentu akan mengakibatkan kekurangan gizi dan kematian dini.

[Sumber: disadur dari buku What Wrong with Eating Meat]