Serat Tak Hanya Mencegah Konstipasi

Serat Tak Hanya Mencegah Konstipasi

Manfaat untuk mencegah sembelit/konstipasi sudah bergaung lama. Padahal kegunaannya tak sebatas itu. Masih ada beberapa fakta di balik kandungan makanan ini.Hasil survei Pemantauan Konsumsi Gizi (PKG) yang dikumpulkan Direktorat Gizi Masyarakat, Depkes, RI mengungkapkan, rata-rata tingkat konsumsi serat penduduk indonesia baru mencapai 10,5 g/hari. Ini berarti masih separuh dari kecukupan serat yang dianjurkan, yakni 24 g/hari.

Kebutuhan akan serat per hari dapat terpenuhi dari banyak makan sayur dan buah. Makanlah 1 gelas (250 ml) bahan makanan mengandung serat setiap kali makan. Ini berarti selama 1 hari. Anda perlu mengonsumsi 3 gelas bahan makanan (750 ml) berserat untuk memenuhi 24 g kebutuhan serat per hari.

Untuk mendapatkan manfaat serat, makanlah sayuran dan buah dalam bentuk segar. Buah/sayuran yang dibuat jus hanya meninggalkan air atau sarinya saja sehingga Anda hanya mendapatkan gula,vitamin dan mineral, tapi tidak serat. Tak berbeda jauh dari sayuran atau buah yang dihaluskan. Pada intinya, kedua cara pengolahan tersebut (dijus dan dilumatkan) memiliki resiko menghilangkan vitamin-vitamin yang mudah rusak terkena udara atau sinar, yaitu vitamin C dan beberapa jenis vitamin B.

5 FAKTA SERAT
Berikut fakta-fakta serat yang perlu diketahui:
1.Mampu memberikan rasa kenyang dan memiliki kandungan kalori yang relatif rendah dibanding bahan makanan lain sehingga bermanfaat untuk menurunkan berat badan.
2.Merupakan makanan bagi sel-sel usus yang berguna bagi kesehatan usus. Serat membantu menyediakan ruang usus bagi pertumbuhan bekteri dan penyerapan. Kandungan air yang terdapat dalam serat berfungsi melembutkan feses sehingga membantu memperlancar pencernaan dan dapat mencegah sembelit.
3.Vitamin mineral yang terkandung pada serat bermanfaat bagi metabolisme tubuh, termasuk menjaga kesehatan kulit. Untuk regenerasi/pertumbuhan baru sel kulit diperlukan vitamin, di antaranya C, A, E, B kompleks, dan K serta mineral seperti selenim (Se), kuprum (Cu), dan seng (Zn). Kesemuanya bisa diperoleh dari sayuran, dengan syarat jumlah yang dikonsumsi cukup dan bervariasi. Dianjurkan bervariasi karena setia jenis sayuran mempunyai kandungan vitamin, mineral dan zat bermanfaat yang berbeda-beda.
4.Mengandung kalori dan lemak yang rendah sehingga dapat membantu mengurangi terjadinya penyakit jantung.
5.Dapat membantu mencegah kanker payudara. Dari hasil penelitian di Australia diketahui perempuan yang mengonsumsi sekitar 30 g serat setiap hari, memiliki risiko separuh lebih rendah untuk terkena kanker payudara ketimbang perempuan yang hanya makan sekitar 15 g serat setiap hari.

• Serat tidak larut dalam air (insoluble fiber) sumber terbaiknya berasal dari gandum, biji-bijan (serealia), buah dan sayur yang dimakan dengan kulitnya serta kacang-kacangan.
•Serat larut dalam air (soluble fiber). Sumber terbaiknya adalah tepung beras, tepung gandum, buncis, kacang polong, beras, buah, jeruk, apel, stroberi.

Serat tidak ditemui pada produk makanan hewani, seperti susu, telur, dan hasil olahannya. Perbanyaklah mengonsumsi buah dan sayuran yang beragam agar kebutuhan tubuh akan serat, vitamin dan mineral yang berbeda-beda. Semakin besar peluang untuk memenuhi kebutuhan akan serat, vitamin dan mineral.
[Sumber: kesehatanvegan.com]